Senin, 22 Oktober 2018

Dosen Komunikasi UGM akan Adukan Penelitian Asian Agri ke Senat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Budi Irawanto, akan mengadukan soal proyek penelitian yang diosponsori Asian Agri ke Senat Perguruan Tinggi. "Penelitian ini sudah mempertaruhkan kredibilitas lembaga akademik," ujarnya, ketika dihubungi Tempo, Jumat (21/12).Protes dirinya ini akan dikirim lewat surat. Namun dia belum bisa memastikan, kapan surat keluhannya itu akan dikirim. "Secara pribadi saya jengkel dengan proyek ini. Saya akan rancang dulu (suratnya)," ujarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada dan Pusat Pengkajian dan Penelitian Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kata Pudi, dianggap tidak independen. "Saya dari awal menolak menerima proyek penelitian ini, karena dibiayai oleh perusahaan yang dituding bermasalah," ujarnya. Dia mengatakan, kalau Asian Agri mau membiayai proyek penelitian, seharusnya tidak lantas menentukan agenda riset. Biasanya, para peneliti di jurusan, kata dia, diberi kebebasan untuk menentukan tema dan agenda penelitian. "Selain itu, masih banyak tema-tema lain dari pemberitaan pers yang bisa diteliti, misalnya soal kemiskinan dan penanganan bencana," kata Pudi. Sebelumnya, Asian Agri diketahui membiayai dua penelitian tentang pemberitaan Koran Tempo dan Majalah Tempo soal kasus pajak Asian Agri Group. Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada dan Pusat Pengkajian dan Penelitian Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang melakukan kajian tidak bersedia menyebut jumlah biaya penelitian dari Asian Agri. "Universitas Gadjah Mada tidak punya kepentingan. Nama besar UGM tidak bisa saya pertaruhkan di sini. Kami dapat sepuluh persen dari Rp 1,3 triliun," kata Ketua Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada Hermin Indah Wahyuni di Hotel Sultan, Selasa lalu. Pudi mengaku tidak tahu persis, berapa nilai proyek untuk meneliti pemberitaan Majalah Tempo dan Koran Tempo ini. Namun dia sempat mendengar dari beberapa temannya di jurusan itu, kalau Asian Agri menggelontorkan Rp 340 juta. "Saya akan cek lagi nanti. Tapi kalau benar segitu, terlalu kecil dibanding dengan nama baik jurusan dan lembaga," ujarnya. Di internal Jurusan Komunikasi, kata dia, ada lima dari 16 dosen yang tidak terlibat dalam penelitian ini. "Dua diantaranya, terang-terangan menolak," kata Pudi. Raden Rachmadi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.