Perusahaan Pembakar Hutan Mulai Diperiksa KLH

Reporter

Kamis, 26 September 2013 18:56 WIB

Asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (27/8). Kota Pekanbaru kembali diselimuti asap sisa kebakaran hutan dan lahan, yang merupakan kondisi terparah sejak bulan Juni lalu pemerintah menetapkan status darurat asap akibat asap sempat mencapai Singapura dan Malaysia. ANTARA/FB Anggoro

TEMPO.CO, Surabaya- Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, mengaku sedang memproses delapan perusahaan kelapa sawit yang terbukti melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan di Pulau Sumatera. Akibat ulah perusahaan itu, Indonesia mengekspor asap ke Singapura dan Malaysia. Dari delapan, ada tiga perusahaan yang diserahkan ke institusi lain untuk diusut lebih lanjut.


Selain perusahaan, Menteri Balthasar menuturkan 24 orang juga tengah menghadapi proses hukum dan bertanggung jawab atas terjadinya kabut asap beberapa waktu lalu. "Semua perusahaan itu di Sumatera, tidak ada di Kalimantan," ujar Menteri Balthasar usai menghadari pertemuan IAMME ke 14 di Surabaya, Kamis 26 September 2013.

Namun, ia enggan membuka nama perusahaannya. Selain dikenakan Undang-Undang Lingkungan Hidup, perusahaan pembakar hutan juga dijerat aturan hukum lain. Pihaknya juga menggandeng Kementerian Pertanian dan kepolisian di bawah koordinasi Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Ia berharap proses hukum semakin cepat.


Jika sudah ada keputusan hukum, pemerintah siap mencabut izin lingkungan yang berikan. Pihaknya menolak tawaran Singapura yang sempat menawarkan bantuan mengatasi asap di Sumatera.


Hanya saja, dirinya menegaskan mengatasi soal asap harus bilateral dan ada dasar hukumnya. Apabila tidak ada dasar hukumnya, dirinya pasti menolak tawaran apapun untuk mengatasi kabut asap di Indonesia. "Penanganan kabut asap ini harus bilateral. Kami sedang ratifikasi soal kabut asap dan sekarang di DPR," ujarnya.

Dalam pertemuan regional itu, disepakati untuk tetap waspada dan memantau pelaksanaan kegiatan pencegahan kabut asap. Khusus kawasan Asean utara, musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Desember 2013. Adapun musim kemarau di kawasan Asean Selatan diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2013.


Peningkatan hotspot dapat menyebabkan terjadinya kabut asap lintas negara. Pertemuan juga menyarankan mengadopsi the Hotspot Monitoring System sebagai sistem pemantauan kabut bersama antar negara.

DIANANTA P. SUMEDI


Topik Terhangat:
Mobil Murah | Kontroversi Ruhut Sitompul | Guyuran Harta Labora | Info Haji | Tabrakan Maut

Berita Terpopuler
Nasihat Miley Cyrus untuk Justin Bieber
Beda Gaya Hidup, Richard Gere-Carey Lowell Cerai
Membangun Indonesia dengan Tertawa, Bisa?
Rahayu Saraswati Akan Menikah Tahun Depan
Rihanna Nonton Pertunjukan Seksi di Thailand

Advertising
Advertising

Berita terkait

Skema Bank Sampah untuk Pembersihan Limbah Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024

14 Februari 2024

Skema Bank Sampah untuk Pembersihan Limbah Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024

Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat mengoptimalkan bank sampah untuk pembersihan alat kampanye Pemilu 2024. Berfokus ke pemlilahan sampah.

Baca Selengkapnya

Kementerian Lingkungan Hidup Kampanyekan Perangi Sampah Plastik dengan Cara Produktif

7 Februari 2024

Kementerian Lingkungan Hidup Kampanyekan Perangi Sampah Plastik dengan Cara Produktif

Pada Hari Peduli Sampah Nasional 2024 ini, Kementerian Lingkungan Hidup mengusung tema "Atasi Sampah Plastik dengan Produktif."

Baca Selengkapnya

Malaysia Batalkan RUU Polusi Asap Lintas Batas, Pilih Diplomasi dengan Indonesia

7 November 2023

Malaysia Batalkan RUU Polusi Asap Lintas Batas, Pilih Diplomasi dengan Indonesia

Malaysia membatalkan rencana usulan rancangan undang-undang polusi asap lintas batas.

Baca Selengkapnya

Palangka Raya Perpanjang PJJ Dampak Kabut Asap, Bagaimana Nasib Siswa Ikuti ANBK?

9 Oktober 2023

Palangka Raya Perpanjang PJJ Dampak Kabut Asap, Bagaimana Nasib Siswa Ikuti ANBK?

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memperpanjang kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap.

Baca Selengkapnya

Greenpeace Nilai Penegakan Hukum Karhutla Lemah: Sudah Divonis, Belum Bayar Denda

7 Oktober 2023

Greenpeace Nilai Penegakan Hukum Karhutla Lemah: Sudah Divonis, Belum Bayar Denda

Dia mengatakan, ketiga negara saling terkait dalam penanggulangan karhutla tak hanya karena lokasinya berdekatan.

Baca Selengkapnya

Greenpeace Bantah Klaim Menteri KLHK Tak Ada Asap Karhutla Lintas Batas ke Malaysia

7 Oktober 2023

Greenpeace Bantah Klaim Menteri KLHK Tak Ada Asap Karhutla Lintas Batas ke Malaysia

Asap karhutla, kata dia, sampai ke negara tetangga ketika karhutla sedang mencapai puncaknya.

Baca Selengkapnya

Asap Tebal Kebakaran Hutan, Siswa PAUD hingga SMP di Jambi Belajar dari Rumah Mulai Hari Ini

2 Oktober 2023

Asap Tebal Kebakaran Hutan, Siswa PAUD hingga SMP di Jambi Belajar dari Rumah Mulai Hari Ini

Hal itu dilakukan lantaran kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti daerah tersebut.

Baca Selengkapnya

Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan, Palangka Raya Pangkas Waktu Belajar di Sekolah

28 September 2023

Dikepung Kabut Asap Kebakaran Hutan, Palangka Raya Pangkas Waktu Belajar di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengundurkan jam masuk sekolah bagi peserta didik karena dikepung asap.

Baca Selengkapnya

Formasi CPNS dan PPPK 2023 untuk Lulusan SMK Sederajat, dari BIN hingga Kejaksaan

27 September 2023

Formasi CPNS dan PPPK 2023 untuk Lulusan SMK Sederajat, dari BIN hingga Kejaksaan

Daftar formasi CPNS dan PPPK 2023 untuk lulusan SMK.

Baca Selengkapnya

Momen Presiden Jokowi Diberi Tas Kalung oleh Warga Papua

18 September 2023

Momen Presiden Jokowi Diberi Tas Kalung oleh Warga Papua

Jokowi sempat terdiam untuk menerima kalung itu, sebelum dia memakainya sendiri. Setelah Jokowi memakainya, pengunjung yang hadir sempat sorai.

Baca Selengkapnya