Enam Koruptor Dikirim Ke Nusa Kembangan Malam Ini

Reporter

Editor

Rabu, 3 November 2004 22:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta Hamid Awaludin menepati janjinya. Pekan lalu, Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) itu berjanji akan mengirim sejumlah terpidana korupsi ke Nusa Kembangan, sebuah penjara pulau yang terletak di Jawa tengah. Orang menuding Hamid sekedar mengumbar janji. Tapi malam ini ia membuktikannya. Enam narapidana dikirim ke Nusa Kembangan. Mereka adalah Pande Nasarahona Lubis, Lintong Siringo-Ringo, Pratomo, Duryani, Deddy Abdul Kadir dan Syaiful Bahri Ismail. Malam ini mereka diberangkatkan. Sejatinya, Beddu Amang ikut dalam rombongan ini. Tapi Beddu diberangkatkan belakangan.Lha kok Beddu bisa belakangan? Menurut Mardjaman - Dirjen Pemasyarakatan Departemen Kehakiman dan HAM Beddu Amang belakangan karena ia masih harus memenuhi surat panggilan dari penyidik POLRI Bareskrim Mabes Polri. Surat itu datang tanggal 28 Oktober 2004. Selain itu, kondisi kesehatan Beddu Amang juga bermasalah. Menurut dokter, terang Mardjaman, bekas Kepala Bulog itu menderita diabetes militus, hipertensi dan gastrosgasme (semacam luka lambung).Saat berangkat, para narapidana itu mengenakan baju biru muda. Mereka digiring ketat oleh enam orang anggota Brimob dari Polda Metro Jaya yang bersenjatakan senapan laras panjang. Ikut serta dalam rombongan ini enam orang petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP)Cipinang, termasuk satu orang dokter dan satu orang perawat masuk ke dalam bus tahanan Transtas langsung ke Nusakambangan.Di bui Nusa Kembangan itu, para narapidana ini akan ditempat di tiga tempat. Pande Lubis, narapidana yang menjalani empat tahun hukumannya, ditempatkan di Lapas Batu. Lintong Siringo-ringo, dihukum empat tahun, ditempatkan di Lapas Permisan. Pratomo , dihukum empat tahun, di Lapas Kembang Kuning, Duryani, dihukum enam tahun, di Lapas Permisan, Deddy Abdul Kadir , dihukum enam tahun, di Lapas Batu, Syaiful Bahri Ismail, dihukum tujuh di Lapas Kembang Kuning.Agus Supriyanto--Tempo

Berita terkait

MA Dukung Putusan Bebas Terdakwa Korupsi BJB Banten  

30 Desember 2015

MA Dukung Putusan Bebas Terdakwa Korupsi BJB Banten  

Putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang membebaskan terdakwa Wawan Indrawan bukan putusan haram.

Baca Selengkapnya

Tak Ada Alasan KPK Tunda Pemeriksaan Hadi Poernomo

16 Maret 2015

Tak Ada Alasan KPK Tunda Pemeriksaan Hadi Poernomo

Hadi Poernomo sudah dua kali mangkir dari pemanggilan KPK.

Baca Selengkapnya

SP3 Bank Bukopin, Wakil Jaksa Agung: Enggak Tahu  

12 Desember 2014

SP3 Bank Bukopin, Wakil Jaksa Agung: Enggak Tahu  

Kasus tersebut sudah muncul sejak 2012.

Baca Selengkapnya

KPK: Kalau Saham BCA Anjlok, Itu Risiko

26 November 2014

KPK: Kalau Saham BCA Anjlok, Itu Risiko

KPK tak mau ambil pusing kalau saham BCA turun gara-gara disebut-sebut terlibat di kasus korupsi Hadi Poernomo.

Baca Selengkapnya

TPDI Pertanyakan Status Tersangka Setya Novanto  

14 Oktober 2014

TPDI Pertanyakan Status Tersangka Setya Novanto  

Di berkas peninjauan kembali, terpidana kasus cessie Bank Bali yang buron, Joko Tjandra, dituliskan status tersangka Setya Novanto.

Baca Selengkapnya

TPDIP Gugat KPK dan Kejaksaan Kasus Setya Novanto

14 Oktober 2014

TPDIP Gugat KPK dan Kejaksaan Kasus Setya Novanto

Surat TPDI dibalas pada Juni 2014, yaitu KPK mengatakan akan mengambil sikap atas kasus ini. "Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan juga dari KPK."

Baca Selengkapnya

Silikon Payudaranya Lumer, Malinda Dee ke Klinik  

3 Oktober 2014

Silikon Payudaranya Lumer, Malinda Dee ke Klinik  

"Katanya Malinda Dee sudah sekitar dua-tiga hari dirawat di klinik akibat mengalami gangguan di payudaranya," kata Dominikus.

Baca Selengkapnya

Pembobol BJB Dituntut 10 Tahun Penjara

30 September 2014

Pembobol BJB Dituntut 10 Tahun Penjara

Selain membobol BJB, Yudi Setiawan juga terbukti menggangsir Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya lewat kredit fiktifnya.

Baca Selengkapnya

Jenguk Ayah di KPK, Nadia Mulya Bawa Nasi Kuning

27 Mei 2014

Jenguk Ayah di KPK, Nadia Mulya Bawa Nasi Kuning

KPK juga kedatangan pembesuk untuk bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan bekas Kepala Bappebti Syahrul R. Sampurnajaya.

Baca Selengkapnya

Empat Analis Bank Jatim Divonis Bebas

26 Mei 2014

Empat Analis Bank Jatim Divonis Bebas

Pekerjaan terdakwa bukan sebagai analis kredit, melainkan
sebagai staf pemasaran.

Baca Selengkapnya