Isak Tangis Sambut TNI Korban Penembakan di Papua

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Senin, 25 Februari 2013 21:26 WIB

Jenazah warga sipil yang menjadi korban penembakan di Papua tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (25/2). TEMPO/Jumad

TEMPO.CO, Jakarta -Haru dan tangis keluarga mewarnai penjemputan jenazah Prajurit Kepala (Praka) Jojon Miharja (31) yang gugur akibat aksi penembakan yang diduga separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) .


Jenazah mendarat di bandara Haluoleo, Konawe Selatan (Konsel) senin 25 Februari 2013 tepat jam 11.30 WITA siang dan langsung di sambut dengan upacara secara militer . Jenazah diantarkan oleh perwakilan Pangdam 17 Cendrawasih Letnan Dua Infantry, Duriyat bersama istri, ibu kandung dan anak bungsunya.

Lepas upacara penyambutan jenazah, dengan menggunakan mobil ambulans, jenazah Praka Jojon Miharja pun langsung diantar ke kampung halamanya di desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setibanya di rumah duka, jerit tangis histeris seketika pecah dari keluarga dan sanak saudara yang sudah menunggu kedatangan jenazah sejak lima hari lalu. Desak-desakan dan berebutan pun terjadi ketika petugas TNI membawa peti jenazah untuk disemayamkan di dalam rumah duka, mereka ingin melihat langsung mayat jenazah, sayangnya mereka harus menahan kekecewaan karena petugas tidak membolehkan mereka melihatnya.

"Iya hanya pak Imam yang melihat jenazah, kami keluarga tidak diijinkan karena mayat jenazah ini sudah lima hari, sudah mulai membusuk," Urai Sasnita, istri, Praka Jojon.


Usai prosesi penyerahan jenazah ke keluarga dimulai dengan mensholatkan serta tahlil (red- baca doa) pukul 13.30 siang upacara pemakamam jenazah pun di gelar ala militer yang dipimpin oleh Djoko Suliastono Pran, Komandan Distrik Militer 1417 Haluoleo.

Prajurit Kepala Jojon Miharja meninggalkan istri bernama Sasnita, dan tiga orang anak masing-masing Zulhija Mulia Miharja dan Zulhaji Mulia Miharja (3,2) serta Trias Joni Miharja (1,4 bulan). Almarhum di semayamkan hanya 10 meter dari belakang rumah, tepat bersebelahan dengan makam ayahnya.


ROSNIAWANTY FIKRY

Advertising
Advertising

Berita terkait

Usai Penembakan oleh OPM, Polda Papua: Situasi Paniai Sudah Aman

1 hari lalu

Usai Penembakan oleh OPM, Polda Papua: Situasi Paniai Sudah Aman

Polda Papua menyatakan situasi di Kabupaten Paniai kembali aman paska penembakan OPM terhadap anggota TNI yang berpatroli.

Baca Selengkapnya

TPNPB Serang Polsek Homeyo di Intan Jaya, Klaim Tewaskan Satu Intel

3 hari lalu

TPNPB Serang Polsek Homeyo di Intan Jaya, Klaim Tewaskan Satu Intel

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menyerang Polsek Homeyo, Intan Jaya, dan menewaskan satu orang

Baca Selengkapnya

Polisi Ungkap Alasan Keluarga Menolak Autopsi Jenazah Brigadir Ridhal Ali Tomi yang Diduga Tewas Bunuh Diri

6 hari lalu

Polisi Ungkap Alasan Keluarga Menolak Autopsi Jenazah Brigadir Ridhal Ali Tomi yang Diduga Tewas Bunuh Diri

Brigadir Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas dengan luka tembak di pelipis kanan dan tembus ke kiri akibat tembakan senjata api. Diduga bunuh diri.

Baca Selengkapnya

Jenazah Brigadir RA yang Tewas di dalam Alphard Tidak Diautopsi, Langsung Diserahkan ke Keluarga

7 hari lalu

Jenazah Brigadir RA yang Tewas di dalam Alphard Tidak Diautopsi, Langsung Diserahkan ke Keluarga

Brigadir RA yang tewas dengan luka tembak di dalam mobil Alphard di sebuah rumah di Mampang tercatat berdinas di Polresta Manado.

Baca Selengkapnya

Dinas di Polresta Manado, Brigadir RA yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pengawal di Rumah Mampang

7 hari lalu

Dinas di Polresta Manado, Brigadir RA yang Tewas dengan Luka Tembak Disebut Pengawal di Rumah Mampang

Tetangga mengenal Brigadir RA sebagai pengawal sekaligus sopir di rumah Mampang tersebut. Ia ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.

Baca Selengkapnya

Warga Ungkap Rumah Tempat Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak Milik Pengusaha Batu Bara

7 hari lalu

Warga Ungkap Rumah Tempat Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak Milik Pengusaha Batu Bara

Brigadir RA ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam mobil Alphard di sebuah rumah di Mampang.

Baca Selengkapnya

Polisi Duga Bunuh Diri dengan Cara Tembak Pelipis, Brigadir RA Dikenal Rajin Beribadah dan Pandai Bergaul

7 hari lalu

Polisi Duga Bunuh Diri dengan Cara Tembak Pelipis, Brigadir RA Dikenal Rajin Beribadah dan Pandai Bergaul

Brigadir RA atau Ridhal Ali Tomi ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam mobil Alphard. Dikenal rajin beribadah dan pandai bergaul.

Baca Selengkapnya

Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Brigadir RA Berdinas di Polresta Manado

7 hari lalu

Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Brigadir RA Berdinas di Polresta Manado

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menduga Brigadir RA tewas karena diduga bunuh diri. Ditemukan luka tembak di kepala.

Baca Selengkapnya

Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Keluarga dari Manado cek TKP dan CCTV

7 hari lalu

Brigadir RA Tewas dengan Luka Tembak di dalam Mobil Alphard di Mampang, Keluarga dari Manado cek TKP dan CCTV

Keluarga almarhum Brigadir RA datang langsung dari Manado untuk mengecek TKP dan melihat CCTV. Ditemukan luka tembak di kepala korban.

Baca Selengkapnya

Ada Luka Tembak di Kepala Brigadir RA yang Ditemukan Tewas di dalam Mobil Alphard di Mampang

7 hari lalu

Ada Luka Tembak di Kepala Brigadir RA yang Ditemukan Tewas di dalam Mobil Alphard di Mampang

Polisi menemukan luka tembak di pelipis kanan kepala Brigadir RA yang tembus ke bagian kiri kepala, bahkan hingga ke atap mobil Alphard.

Baca Selengkapnya