Musim Panas, Monyet Turun Gunung

Reporter

Editor

Sabtu, 10 September 2011 18:42 WIB

sxc.hu

TEMPO Interaktif, Maros--Musim panas membuat monyet jenis Macaca Maura yang hidup di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, kesulitan memperoleh sumber makanan dan minuman. Akibatnya mereka turun gunung untuk mencari makan dan minum disekitar objek wisata permandian alam Bantimurung.


Abdul Asis Daeng Loga, warga setempat mengatakan hampir setiap hari melihat puluhan monyet ini bergelantungan di pohon-pohon mangga dan pohon dao yang tak jauh dari pemukiman warga. “Kebetulan sedang musim mangga, mereka datang secara berkelompok minimal 20 ekor saat pagi atau sore hari,” jelasnya.


Kepala Seksi Pengelolah Bantimurung, Andi Akbar Maskur yang ditemui dikantornya siang tadi mengatakan hampir setiap pagi dan sore kita bisa melihat monyet-monyet ini bergelantungan di atas pohon untuk mencari makanan. Tak hanya musim panas, tetapi juga musim penghujan dengan jumlah yang lebih sedikit.


Kepala Seksi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Dedi Asriadi, menjelaskan bahwa monyet-monyet ini turun mencari air dan makanan karena tanaman untuk makanan mereka tidak bisa berbuah, sumber air juga kering, akibat kemarau. “Mereka turun gunung karena di lembah gunung seperti daerah objek wisata Bantimurung, monyet-monyet ini masih bisa menemukan berbagai macam buah buahan yang kini sedang musim, seperti mangga dan dao. Cadangan air untuk minum juga masih banyak", katanya.


Meski belum jinak, tetapi monyet-monyet ini juga tidak mengganggu pengunjung. “Mereka datang saa pengunjung kurang, karena mereka masih takut dengan manusia,” kata Akbar. Pihak pengelola taman wisata berencana akan bekerjasama dengan pihak kehutanan untuk memberikan makanan berupa pisang, hal ini dimaksudkan untuk membiasakan monyet-monyet itu bernaur dengan pengunjung.


Advertising
Advertising

Kami akan memberikan makanan buat monyet-monyet itu setiap hari Sabtu dan Minggu, diharapkan dengan cara ini yang tadinya masih liar bisa menjadi jinak,” tambah Akbar.


Keberadaan monyet-monyet yang turun gunung ini dinilai tak mengganggu masyarakat. Menurut Daeng Loga, mereka tidak sampai merugikan masyarakat karena tanaman buah yang dimakan masih berada di kawasan hutan lindung.


JUMADI

Berita terkait

Kominfo Siapkan Jaringan dalam World Water Forum, Harapkan Solusi Pengelolaan Air

40 hari lalu

Kominfo Siapkan Jaringan dalam World Water Forum, Harapkan Solusi Pengelolaan Air

Kominfo bertugas memastikan jaringan telekomunikasi di Forum Air Sedunia pada 18-25 Mei 2024 di Bali.

Baca Selengkapnya

Kajian Peneliti BRIN Ihwal Kekeringan Ekstrem di Kalimantan, Greenpeace: Dipicu Deforestasi

46 hari lalu

Kajian Peneliti BRIN Ihwal Kekeringan Ekstrem di Kalimantan, Greenpeace: Dipicu Deforestasi

Wilayah yang paling terdampak risiko kekeringan ekstrem, adalah Ibu Kota Negara atau Nusantara.

Baca Selengkapnya

Tentang Musim Kemarau yang Menjelang, BMKG: Mundur dan Lebih Basah di Banyak Wilayah

50 hari lalu

Tentang Musim Kemarau yang Menjelang, BMKG: Mundur dan Lebih Basah di Banyak Wilayah

Menurut BMKG, El Nino akan segera menuju netral pada periode Mei-Juni-Juli dan setelah triwulan ketiga berpotensi digantikan La Nina.

Baca Selengkapnya

Imbas Banjir dan Longsor, 874 Hektare Sawah di Jawa Barat Gagal Panen

52 hari lalu

Imbas Banjir dan Longsor, 874 Hektare Sawah di Jawa Barat Gagal Panen

Bencana akibat krisis iklim membuat 874 Ha sawah di Jawa Barat gagal panen pada musim tanam 2023/2024. Lahan tergerus banjir, kering, dan longsor.

Baca Selengkapnya

Destinasi Liburan di Spanyol Ini Terancam Mengalami Kekeringan

2 Maret 2024

Destinasi Liburan di Spanyol Ini Terancam Mengalami Kekeringan

Kepulauan Canary, khususnya Pulau Tenerife, di Spanyol menghadapi kekeringan parah yang semakin memburuk,

Baca Selengkapnya

Selain Indonesia, Ini Daftar Negara Lain yang Masih Alami El Nino

29 Februari 2024

Selain Indonesia, Ini Daftar Negara Lain yang Masih Alami El Nino

Berbagai pihak menyebut fenomena El Nino masih akan berlanjut. Berikut ini daftar negara yang masih mengalami El Nino, selain Indonesia.

Baca Selengkapnya

Meski El Nino Melemah, Tren Bulan-bulan Terpanas Tak Patah di Januari 2024

8 Februari 2024

Meski El Nino Melemah, Tren Bulan-bulan Terpanas Tak Patah di Januari 2024

Walau fenomena El Nino sudah melemah, peningkatan suhu permukaan laut global masih tercatat tinggi dan melampaui rekor global.

Baca Selengkapnya

Jokowi Beri Bantuan Rp 8 Juta per Hektare ke Petani Korban El Nino, Begini Penjelasan BNPB

24 Januari 2024

Jokowi Beri Bantuan Rp 8 Juta per Hektare ke Petani Korban El Nino, Begini Penjelasan BNPB

BNPB memberi penjelasan soal bantuan Jokowi sebesar Rp 8 juta per hektare yang diberikan untuk petani terdampak banjir dan El Nino.

Baca Selengkapnya

BMKG Prediksi 5 Wilayah Indonesia Kekeringan di 2024 akibat Curah Hujan Rendah

5 Januari 2024

BMKG Prediksi 5 Wilayah Indonesia Kekeringan di 2024 akibat Curah Hujan Rendah

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi di tahun 2024 curah hujan berada di kondisi normal.

Baca Selengkapnya

Kajian Save the Children, Kekeringan dan Rawan Pangan Ancam Anak di Indonesia Timur

22 Desember 2023

Kajian Save the Children, Kekeringan dan Rawan Pangan Ancam Anak di Indonesia Timur

Banyak anak di daerah yang terdampak itu mengalami infeksi saluran pernapasan akut selama kekeringan berkepanjangan.

Baca Selengkapnya