Usamah Tewas, Pengamanan Perbatasan Pasuruan Diperketat  

Reporter

Editor

Selasa, 3 Mei 2011 15:11 WIB

Poster Osama bin Laden. TEMPO/Amston Probel

TEMPO Interaktif, Pasuruan - Aparat Kepolisian Resor Pasuruan meningkatkan pengamanan dan memeriksa kendaraan yang melintasi wilayahnya, Selasa, 3 Mei 2011.

Razia kendaraan bermotor ini dilakukan di sejumlah lokasi perbatasan Kabupaten Pasuruan. Di antaranya di kawasan Gempol yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto.

"Razia ini sesuai instruksi Kapolres Pasuruan," kata Kepala Kepolisian Sektor Gempol, Komisaris Slamet Riyadi.

Puluhan polisi memeriksa seluruh kendaraan, terutama mobil box serta mobil pribadi. Seluruh bagian kendaraan, terutama bagian bawah, tidak luput dari pemeriksaan.

Slamet Riyadi menjelaskan, razia dilakukan terutama untuk mencegah peredaran bahan peledak dan senjata api ilegal.

Slamet Riyadi tidak menampik bahwa razia kendaraan bermotor dilakukan menyusul tewasnya pemimpin Al Qaidah, Usamah Bin Ladin. Sebab, dikhawatirkan terjadi aksi balas dendam dan gerakan radikalisme di sekitar Pasuruan.

Menurut Slamet Riyadi, razia dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku terorisme agar tak melakukan aksinya.

Kabupaten Pasuruan pernah menjadi daerah transit gembong terorisme. Di antaranya, Munfiatun isteri Noordin M Top bersembunyi di Pasuruan.

Selain itu, salah seorang pelaku aksi perampokan Bank CIMB Niaga Medan merupakan warga Pasuruan.

Polisi juga memperkuat pengamanan sejumlah aset vital, seperti kantor pemerintahan, perbankan dan instalasi pembangkit listrik.

EKO WIDIANTO

Berita terkait

WNI Bawa Bom di Brunei Bebas, Tiba di Surabaya Hari Ini  

8 Agustus 2015

WNI Bawa Bom di Brunei Bebas, Tiba di Surabaya Hari Ini  

Pengadilan Brunei membebaskan Rustawi karena karena tidak ada bukti kuat terkait dengan penyelundupan benda-benda berbahaya.

Baca Selengkapnya

TNI Heran Bahan Bom Masuk Brunei Setelah Lolos dari Juanda  

9 Mei 2015

TNI Heran Bahan Bom Masuk Brunei Setelah Lolos dari Juanda  

Cipeng, anak Rustawi, diduga sebagai orang yang memasukkan bom ikan itu.

Baca Selengkapnya

Diduga Susupkan Bondet ke Pesawat, Cipeng Menghilang  

8 Mei 2015

Diduga Susupkan Bondet ke Pesawat, Cipeng Menghilang  

Sutrisno alias Cipeng, warga Malang, tak diketahui keberadaannya. Namanya disebut sang ayah yang sedang terbelit kasus bondet dalam koper di Brunei.

Baca Selengkapnya

Kronologi Rustawi Bawa Bondet dan Peluru ke Brunei

8 Mei 2015

Kronologi Rustawi Bawa Bondet dan Peluru ke Brunei

Melihat tasnya terbuka, Rustawi tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap tindakan yang dilakukan anak keduanya, Cipeng.

Baca Selengkapnya

Upaya Menteri Retno Bebaskan WNI Bawa Bondet ke Brunei  

8 Mei 2015

Upaya Menteri Retno Bebaskan WNI Bawa Bondet ke Brunei  

Rustawi mengaku tidak tahu-menahu benda berbahaya yang ditemukan dalam kopernya.

Baca Selengkapnya

Kasus Bondet Lolos ke Brunei, Juanda Klaim X-Ray-nya Canggih

8 Mei 2015

Kasus Bondet Lolos ke Brunei, Juanda Klaim X-Ray-nya Canggih

Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, memiliki perangkat detektor sinar-X multiview berstandar internasional.

Baca Selengkapnya

Kasus Bondet Lolos ke Brunei, Juanda Sebut Peluru Rustawi Mainan

8 Mei 2015

Kasus Bondet Lolos ke Brunei, Juanda Sebut Peluru Rustawi Mainan

Benda disimpulkan sebagai mainan karena tidak lagi memuat mesiu atau bahan peledak. Detektor X-Ray tak menunjukkan perubahan warna.

Baca Selengkapnya

Biro Umrah Sangsi Jemaahnya Sengaja Bawa Bom ke Brunei  

8 Mei 2015

Biro Umrah Sangsi Jemaahnya Sengaja Bawa Bom ke Brunei  

Agus menduga Rustawi dijebak oleh sebuah kelompok.

Baca Selengkapnya

Hamas Berangus Salafi, ISIS Keluarkan Ultimatum  

7 Mei 2015

Hamas Berangus Salafi, ISIS Keluarkan Ultimatum  

ISIS kemudian mengultimatum Hamas untuk melepaskan anggotanya yang ditahan dalam tempo 72 jam.

Baca Selengkapnya

WNI Bawa Bom ke Brunei, Biro Umrah: Rustawi Petani Jujur

7 Mei 2015

WNI Bawa Bom ke Brunei, Biro Umrah: Rustawi Petani Jujur

Rustawi telah beberapa kali berhaji dan umrah.

Baca Selengkapnya