Penggundulan Hutan Diduga Biang Kerok Meluapnya Sungai Cicatih

Reporter

Editor

Rabu, 16 Juni 2010 18:36 WIB

TEMPO Interaktif, Sukabumi -Meluapnya sungai Cicatih sehingga menyebabkan jebolnya bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ubrug, Cibadak Sukabumi diduga akibat penggundulan hutan di hulu sungai tersebut. Wakil Bupati Sukabumi, Marwan Effendi berjanji akan menindak tegas para penggundul hutan. "Kita lihat saja nanti," ujar Marwan di Sukabumi, Rabu (16/6).

Beberapa indikasi, menurut Marwan, antara lain banyaknya bangunan-bangunan yang didirikan di sempadan sungai serta di lokasi serapan air. Selain itu, kata dia, pihaknya sudah mengingatkan supaya di wilayah Sukabumi bagian utara tidak dipergunakan untuk mendirikan peternakan ayam. "Faktanya, banyak bangunan peternakan ayam dibangun di wilayah utara. Itu kan tidak boleh karena menyita tempat yang diperuntukan sebagai wilayah penyangga air," ujar Marwan.

Akibat meluapnya air Sungai Cicatih yang melebihi ambang batas, bendungan yang didirikan tahun 1917 untuk pembangkit listrik jebol diterjang banjir bandang. PLTA yang memasok listrik sebesar 18,36 Mega Watt ini pun mati total.

Selain mengalami kerugian akibat bangunan fisik bendungan yang terseret air sungai, akibat mesin pembangkit listrik mati total, pihak PLTA Ubrug mengalami kerugian Rp 2-3 miliar. "Itu hitung-hitungan kalau PLTA ini mati sekitar satu bulan. Jika perbaikan bendungan lebih dari itu, kerugian pun bisa lebih," ujar Jajang Sujana, Kepala PLTA Ubrug.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, bendungan buatan jaman Belanda yang mulai dioperasikan tahun 1923 itu tinggal menyisakan potongan tanggul dan mesin hidrolik untuk buka-tutup saluran air. Sementara bangunan fisik bendungan sepanjang 30 meter tak bersisa sedikit pun.



DEDEN ABDUL AZIZ

Berita terkait

Greenpeace Sebut Pembukaan Lahan Hutan untuk Sawit Pemicu Utama Deforestasi

2 hari lalu

Greenpeace Sebut Pembukaan Lahan Hutan untuk Sawit Pemicu Utama Deforestasi

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI mengklaim ekspor ke luar negeri turun, terutama di Eropa.

Baca Selengkapnya

Terpopuler: Zulhas Revisi Permendag Barang Bawaan Impor, Teten Evaluasi Pernyataan Pejabatnya soal Warung Madura

3 hari lalu

Terpopuler: Zulhas Revisi Permendag Barang Bawaan Impor, Teten Evaluasi Pernyataan Pejabatnya soal Warung Madura

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas merevisi lagi peraturan tentang barang bawaan impor penumpang warga Indonesia dari luar negeri.

Baca Selengkapnya

Gapki Tanggapi Target Pemerintah soal Pemutihan Lahan Sawit pada September 2024

4 hari lalu

Gapki Tanggapi Target Pemerintah soal Pemutihan Lahan Sawit pada September 2024

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki tanggapi soal target pemerintah menyelesaikan pemutihan hutan di lahan sawit September 2024.

Baca Selengkapnya

Sawit PT RAP Diduga Masuk Kawasan Hutan Kapuas Hulu

4 hari lalu

Sawit PT RAP Diduga Masuk Kawasan Hutan Kapuas Hulu

Perkebunan sawit PT Riau Agrotama Plantation (PT RAP), anak perusahaan Salim Group diduga merambah hutan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Baca Selengkapnya

Kebun Sawit Anak Usaha Sinarmas Diduga Terabas Cagar Alam Kelautku Kalimantan Selatan

4 hari lalu

Kebun Sawit Anak Usaha Sinarmas Diduga Terabas Cagar Alam Kelautku Kalimantan Selatan

Kebun sawit PT SKIP Senakin Estate, anak usaha Sinarmas, diduga menerabas hutan Cagar Alam Kelautku, Kalimantan Selatan.

Baca Selengkapnya

Ratusan Ribu Hektare Sawit Ilegal Kalimantan Tengah akan Diputihkan, Dinas Perkebunan Mengaku Tidak Dilibatkan

4 hari lalu

Ratusan Ribu Hektare Sawit Ilegal Kalimantan Tengah akan Diputihkan, Dinas Perkebunan Mengaku Tidak Dilibatkan

Lebih dari separo lahan sawit di Kalimantan Tengah diduga berada dalam kawasan hutan. Pemerintah berencana melakukan pemutihan sawit ilegal.

Baca Selengkapnya

12 Ribu Kebun Darmex Group Diduga Terobos Kawasan Hutan Riau, Akan Diputihkan

4 hari lalu

12 Ribu Kebun Darmex Group Diduga Terobos Kawasan Hutan Riau, Akan Diputihkan

Riau menjadi provinsi dengan kebun sawit bermasalah paling luas di Indonesia. Berdasarkan catatan Greenpeace sekitar 1.231.614 hektare kebun kelapa sawit di Riau berada di kawasan hutan. Salah satu perusahaan kelapa sawit yang diduga melakukan perambahan kawasan hutan adalah PT Palma Satu, anak perusahaan Darmex Group.

Baca Selengkapnya

22 Ribu Hektare Lahan Sawit PT SCP Diduga Berada dalam Kawasan Hutan, Kerap Memicu Kebakaran

4 hari lalu

22 Ribu Hektare Lahan Sawit PT SCP Diduga Berada dalam Kawasan Hutan, Kerap Memicu Kebakaran

22 ribu hektare perkebunan sawit PT Suryamas Cipta Perkasa (PT SCP) masuk kawasan hutan hidrologis gambut di Kalimantan Tengah.

Baca Selengkapnya

Polemik Pemutihan Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan, Ini Penjelasan Menteri Airlangga

37 hari lalu

Polemik Pemutihan Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan, Ini Penjelasan Menteri Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan pemerintah memutihkan lahan sawit ilegal di kawasan hutan.

Baca Selengkapnya

365 Perusahaan Ajukan Pemutihan Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan

37 hari lalu

365 Perusahaan Ajukan Pemutihan Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan

Ratusan perusahaan pemilik lahan sawit ilegal di kawasan hutan mengajukan pemutihan.

Baca Selengkapnya